Satai Ratu Jogja, Sedapnya Melebihi Rasa Jatuh Cinta

posted in: Berita Jogja, food, news, Unik dan Seru | 0

Menu yang diberi nama satai merah ini memang tidak seperti kebanyakan satai di tempat lain. Tidak ada bumbu kacang, bahkan penyajiannya pun dengan semangkuk kuah polos. Rasa kuahnya mirip dengan kuah mi ayam di restoran chinesse food. Daging ayam terasa empuk, saking empuknya seperti tidak perlu dikunyah lagi. Apalagi potongan kulitnya, terasa lumer ketika bersentuhan dengan air liur di lidah. Sesuai namanya, satai merah berwarna merah.

Warna ini berasal dari bumbu racikan sendiri dengan tingkat kepedasan yang pas dan tidak bisa diganggu gugat.Artinya, satai yang dijual di Satai Ratu tidak menerapkan sistem level pedas. Namun, jangan khawatir rasa pedas satai ini bisa diterima semua orang, termasuk mereka yang tidak menyukai pedas.

Selain satai merah, ada juga satai lilit. Wujud satai lilit tidak ditusuk dengan lidi. Bentuknya potongan balok menyerupai tahu. Satai lilit tidak pedas, warnanya juga cenderung putih kecoklatan. Satai lilit disantap dengan sedikit kuah dan rasanya mirip bistik. Satai ini dibuat dari daging cincang murni. Seporsi satai merah dan lilit dibanderol harga yang sama, yakni Rp 23.000. Untuk satai merah terdiri dari enam tusuk, sedangkan satai lilit empat potong.

 

sumber : tribun jogja

Leave a Reply